Masalah Gizi Pada Anak Balita Menjadi Perhatian Serius Bagi Pemerintah NTB

Masalah gizi pada anak balita menjadi perhatian serius bagi pemerintah NTB. Investasi baik berupa kesehatan dan pendidikan pada balita adalah investasi yang sangat bermanfaat bagi pembangunan manusia Indonesia dimasa depan.

Sebagaimana yang kita ketahui,provinsi NTB masih berjuang untuk menurunkan angka gizi buruk yang masih di atas rata rata nasional (sumber : Dikes Provinsi NTB). Oleh karena itu,Pokja IV mengadakan pertemuan Penanggulangan Gizi Buruk Bagi Pengurus TP PKK Kab/Kota pada tanggal 19 November 2018 bertempat di Aula TP PKK Provinsi NTB.

Pertemuan ini dihadiri oleh 40 orang peserta terdiri dari unsur TP PKK di 10 Kab/Kota, pengurus TP PKK Provinsi dan sektor terkait.

Dalam sambutannya,Ketua TP PKK Provinsi NTB, Ny. Hj. Niken Saptarini Widyawati,SE. M.Sc mengajak PKK sebagai institusi yang berada di level nasional sampai level desa bisa mengambil peran strategis dalam penanggulangan gizi buruk. Selanjutnya Ibu Wakil Ketua TP PKK provinsi, dra. panca Yuniati,Apt memaparkan lebih detil apa saja yg menjadi peran PKK.

Dari pihak DPMPD dan Dukcapil Provinsi NTB, Ibu Ety Kurniawati,ST, kembali mengajak seluruh hadiri untuk melakukan penguatan posyandu dalam rangka penanganan stunting di NTB. Diharapkan posyandu melakukan revitalisasi yang mempertajam fungsi keberadaan nya.

Sessi terakhir adalah penyampaian Upaya program penanggulangan gizi kurang dan gizi buruk di provinsi NTB oleh ibu dr. Nurhandini Ekadewi,Sp.A,M.PH.

Sebagai hasil akhir dari pertemuan ini didapatkan beberapa masukan bagi TP PKK Provinsi dan sharing program dalam penanganan gizi buruk di NTB. Sehingga diharapkan semua stakeholder bisa bersama sama mencapai kualitas gizi pada balita se-NTB.